قُلْتُ لَمَّا غَابَ عَنِّي
Kukatakan Tatkala Ia Menghilang Dariku
Id
Id
قُلْتُ لَمَّا غَابَ عَنِّي
نُورُ مَرَاكَ الْمَصُون
Aku berkata saat telah sirna dariku
cahaya keindahanmu yang terjaga
شَفَّنِي وَاللَّهِ سُقْمٌ
فِيهِ قَدْ ذُقْتُ الْمَنُونَ
Demi Allah, penderitaan telah merapuhkanku
yang di dalamnya sungguh kucicipi kematian
وَعُيُونِي مِنْ نَحِيبٍ
جَارِيَاتٌ كَالْعُيُون
Dan mataku karena isak tangis yang pedih
mengalir deras bagaikan mata air
وَجُفُونِي مَا كَفَاهَا
مَا جَرَى حَتَّى جَفُون
Kelopak mataku tak merasa cukup dengan air mata yang mengalir
hingga mereka pun akhirnya mengering
هَامَ قَلْبِي زَادَ وَجْدِي
فَمَتَى وَصْلَكْ يَكُونُ
Hatiku terbuai cinta, rinduku kian membara
maka kapankah pertemuan kita akan tercipta?
غَابَ عَنْ عَيْنِي ضِيَاهَا
يَا قَمَرَ دَارِي الْعُيُون
Cahaya telah lenyap dari pandanganku
wahai Rembulan indah, hiburlah mata ini