Id
I envy the sand that met his feet
Aku cemburu pada pasir yang menyentuh kakinya
I’m jealous of honey he tasted sweet
Aku iri pada madu manis yang ia rasa
Of birds that hovered above his head
Pada burung-burung yang menaungi di atas kepalanya
Of spiders who spun their sacred web
Pada laba-laba yang menenun jaring sucinya
To save him from his enemies
Demi melindunginya dari musuh-musuhnya
I envy clouds formed from the seas
Aku cemburu pada awan yang lahir dari samudra
That gave him cover from the heat
Yang memberinya naungan dari panas membara
Of a sun whose light could not compete
Dari surya yang cahayanya takkan mampu menandingi
With his, whose face did shine so bright
Cahaya wajahnya yang bersinar begitu terang
That all was clear in blinding night
Hingga segalanya benderang di malam yang pekat
I envy sightless trees that gazed
Aku cemburu pada pepohonan buta yang menatap
Upon his form completely dazed
Pada sosoknya dengan rupa terpana dan senyap
Not knowing if the sun had risen
Tak tahu apakah sang surya telah terbit mendaki
But felt themselves in unison
Namun merasa diri dalam harmoni yang sejati
With those who prayed, and fasted too
Bersama mereka yang bersujud dan berpuasa pula
Simply because he told them to
Hanya karena ia yang memerintahkannya dengan saksama
With truth and kindness, charity
Dengan kebenaran, kelembutan, dan kedermawanan
From God who gave such clarity
Dari Tuhan yang menganugerahkan kejelasan
His mercy comes in one He sent
Rahmat-Nya hadir pada sosok yang Dia utus
To mold our hearts more heaven bent
Tuk membentuk hati kita agar condong ke langit
I envy all there at his side
Aku cemburu pada semua yang ada di sisinya
Who watched the turning of the tide
Yang menyaksikan perubahan arus zaman di dunia
As truth prevailed and falsehood fled
Saat kebenaran menang dan kebatilan sirna
And hope restored life to the dead
Dan harapan menghidupkan kembali jiwa yang fana
Men and Women through him found grace
Lelaki dan perempuan melalui dirinya temukan anugerah
To seek together God’s noble face
Tuk bersama mencari wajah Tuhan yang Mulia
I envy the cup that gave him drink
Aku cemburu pada cawan yang memberinya minum
His thoughts that helped us all to think
Pada pikirannya yang membimbing akal merenung
To be one thought that passed his mind
Menjadi satu lintasan pikiran dalam benaknya
Inspiring him to act so kind
Mengilhaminya tuk berbuat baik dalam langkahnya
For me this world is not one jot
Bagiku dunia ini tiada bernilai walau sezarah
If I could simply be a thought
Jika aku bisa menjadi sekadar sekelebat pikiran
From him to God throughout the ages
Dari dirinya kepada Tuhan sepanjang zaman
As revelation came in stages
Saat wahyu turun bertahap dalam dekapan iman
I pity all who think it odd
Aku kasihan pada mereka yang menganggapnya ganjil
To hear him say there is one God
Mendengarnya bersabda bahwa Tuhan itu Tunggal
Or he was sent by God to men
Atau bahwa ia diutus Tuhan kepada manusia
To hone their spirits’ acumen
Tuk mengasah ketajaman ruhani dalam jiwa
It’s pride that blinds us from the sight
Kesombonganlah yang membutakan kita dari pandangan
That helps good men to see his light
Yang menolong orang baik melihat cahaya kebenaran
He taught us all to be God’s slaves
Ia mengajar kita semua menjadi hamba Tuhan
And he will be the one who saves
Dan dialah sosok yang akan membawa keselamatan
Humanity from sinful pride
Umat manusia dari kesombongan yang berdosa
Muhammad has God on his side
Muhammad senantiasa dalam lindungan Tuhan
So on this day be blessed and sing
Maka di hari ini diberkatilah dan bernyanyilah
For he was born to grace our Spring
Karena ia lahir tuk menghiasi Musim Semi kita
With lilies, flowers, life’s rebirth
Dengan bunga bakung, kembang, dan hidup yang bersemi
In a dome of green like his on earth
Dalam kubah hijau seperti miliknya di muka bumi