قصيدة البردة
Qasida Al Burdah
Id
Id
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 1
On Words of Love & the Intense Suffering of Passion
مَوْلَاىَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
عَلَى حَبِيبِكَ خَيْرِ الخَلْقِ كُلِّهِمِ
Tuhanku, limpahkanlah rahmat dan keselamatan selalu dan selamanya
Atas kekasih-Mu, sebaik-baik ciptaan seluruhnya
أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيرَانٍ بِذِي سَلَمِ
مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِدَمِ
Apakah karena mengenang tetangga di Dzi Salam
Yang membuat matamu basah dengan air mata bercampur darah?
أَمْ هَبَّتِ الرِّيحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَةٍ
وَأَوْمَضَ البَرْقُ فِي الظَّلْمَاءِ مِنْ إِضَمِ
Ataukah angin berhembus dari arah Kazhimah
Dan kilat menyambar di malam gelap dari Gunung Idham?
فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا
وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِمِ
Apa yang terjadi dengan matamu, ketika kau memintanya berhenti, mereka malah menangis?
Dan hatimu – ketika kau mencoba membangunkannya, ia malah semakin bingung
أَيَحْسَبُ الصَّبُّ أَنَّ الحُبَّ مُنْكَتِمٌ
مَا بَيْنَ مُنْسَجِمٍ مِنْهُ وَمُضْطَرِمِ
Apakah sang pecinta mengira cintanya bisa disembunyikan
Di antara air mata yang mengalir dan hati yang membara?
لَوْلاَ الهَوَى لَمْ تُرِقْ دَمْعًا عَلَى طَلَلٍ
وَلاَ أَرِقْتَ لِذِكْرِ البَانِ وَالعَلَمِ
Jika bukan karena cinta, air matamu tidak akan menetes di atas jejak yang ditinggalkan kekasihmu,
Dan kau tidak akan terjaga mengingat pohon willow dan gunung
فَكَيْفَ تُنْكِرُ حُبًّا بَعْدَمَا شَهِدَتْ
بِهِ عَلَيْكَ عُدُولُ الدَّمْعِ وَالسَّقَمِ
Jadi bagaimana kau bisa menyangkal cinta ini ketika saksi yang jujur
Seperti tangisan dan penampilan kurus telah bersaksi melawanmu?
وَأَثْبَتَ الوَجْدُ خَطَّيْ عَبْرَةٍ وَضَنىً
مِثْلَ البَهَارِ عَلَى خَدَّيْكَ وَالعَنَمِ
Derita cinta telah menulis dua garis air mata dan kesedihan
Di pipimu, pucat seperti bahar dan merah seperti canam
نَعَمْ سَرَى طَيْفُ مَنْ أَهْوَى فَأَرَّقَنِي
وَالحُبُّ يَعْتَرِضُ اللَّذَّاتِ بِالأَلَمِ
Ya, bayangan orang yang kucintai datang padaku di malam hari, dan aku tidak bisa tidur,
Oh, bagaimana cinta menghalangi kenikmatan dengan penderitaannya!
يَا لَائِمِي فِي الهَوَى العُذْرِيِّ مَعْذِرَةً
مِنِّي إِلَيْكَ وَلَوْ أَنْصَفْتَ لَمْ تَلُمِ
Wahai kau yang mencelaku untuk cinta murni ini, terimalah alasanku.
Jika kau benar-benar adil, kau tidak akan mencelaku sama sekali
عَدَتْكَ حَالِيَ لَا سِرِّي بِمُسْتَتِرٍ
عَنِ الوُشَاةِ وَلاَ دَائِي بِمُنْحَسِمِ
Semoga kau terhindar dari keadaan sepertiku! Rahasiaku tidak bisa disembunyikan
Dari para pencela, dan penyakitku tidak akan pernah berakhir
مَحَّضْتَنِي النُصْحَ لَكِنْ لَسْتُ أَسْمَعُهُ
إِنَّ المُحِبَّ عَنِ العُذَّالِ فِي صَمَمِ
Kau memberiku nasihat tulus, tetapi aku tidak mendengarnya,
Sang pecinta benar-benar tuli terhadap mereka yang mencelanya
إِنِّي اتَّهَمْتُ نَصِيحَ الشَّيْبِ فِي عَذَلِي
وَالشَّيْبُ أَبْعَدُ فِي نُصْحٍ عَنِ التُّهَمِ
Aku bahkan mencurigai nasihat uban yang mencelaku,
Padahal aku tahu nasihat usia tua dan uban di atas kecurigaan